1 2 3 4
 


Sejarah



Sejarah Poltekkes Majapahit Mojokerto

Dilatarbelakangi oleh peran serta dalam kegiatan program pembangunan dibidang pendidikan kesehatan serta banyaknya lulusan sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajatnya di Jawa Timur yang ingin menempuh pendidikan kesehatan yang tidak bisa terwujud karena keterbatasan kuota penerimaan mahasiswa, atas prakarsa beberapa orang terutama Bapak Nurwidji merintis Politeknik Kesehatan Majapahit pada tahun 2001 yang disingkat dengan nama Poltekkes Majapahit.

Dalam mewujudkan cita-cita tersebut para pemrakarsa yang tergabung dalam Yayasan Kesejahteraan Warga Kesehatan (YKWK) Kab. Mojokerto pada tanggal 5 Desember 2001 mengajukan ijin kepada Ditjen Dikti Depdiknas RI melalui surat nomor : 069/YKWK/XII/2001 untuk mendirikan lembaga pendidikan tenaga kesehatan Poltekkes Majapahit. Ijin pendirian diajukan ke Ditjen Dikti Depdiknas RI dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor : 60 Tahun 1999 dimana untuk ijin pendirian dan pengelolaan pendidikan nasional merupakan tanggung jawab Menteri yang membawahi Departemen Pendidikan Nasional.

Setelah itu pada tanggal 7 Juni 2002adanya Surat pertimbangan Ditjen Dikti Nomor : 1696/D2/2001 dan Rekomendasi Depkes RI No. TU.009.06.5.358, sertaberdasarkan evaluasi akademik dan administratif yang dilakukan Ditjen Dikti, maka pada tanggal 2 Agustus 2002 Mendiknas RI mengeluarkan Keputusan No. 155/D/O/2002 tentang pemberian ijin penyelenggaraan program studi dan pendirian Politeknik Kesehatan Majapahit di Mojokerto yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesejahteraan Warga Kesehatan (YKWK) Kab. Mojokerto. Adapun Program studi jenjang Diploma III yang diselenggarakan antara lain: Elektro Medik, Kebidanan, dan Keperawatan.

    Berkat kegigihan pengelola dan mahasiswa, ujian-ujian tersebut dapat dilalui sehingga bisa tetap eksis dan berkembang…

Ternyata tidak mudah untuk mendirikan institusi pendidikan kesehatan di bawah perijinan Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan Nasional). Hal tersebut merupakan sesuatu yang baru dan masih dianggap hal yang tidak lazim, bahkan lebih ekstrem dianggap illegal. Ujian terhadap keberadaan Poltekkes Majapahit datang silih berganti. Namun berkat kegigihan pengelola dan mahasiswa, ujian-ujian tersebut dapat dilalui sehingga bisa tetap eksis dan berkembang.

Sejak turunnya SK. Pendirian tersebut maka dibukalah seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun akademik 2002/2003. Pendaftaran dibagi dalam 2 (dua) gelombang dimana dapat diterima sebanyak 188 orang pendaftar prodi D-III Kebidanan & Keperawatan. Proses PMB dilaksanakan cukup selektif karena mahasiswa yang diterima harus melalui 3 (tiga) tahap, yaitu tes tulis, tes kesehatan, dan interview. Sedangkan prodi D-III Elektromedik masih kurang peminatnya sehingga belum memenuhi syarat untuk dapat diselenggarakan.

Sebagai tempat untuk menyelenggarakan proses pendidikan dan pelayanan administrasi, untuk sementara Poltekkes Majapahit menyewa kampus UNIM Mojokerto. Ternyata perkembangan Poltekkes Majapahit begitu pesat sehingga perlu diupayakan untuk membangun kampus sendiri. Pada akhirnya Poltekkes Majapahit mampu membeli lahan untuk lokasi pembangunan kampus. Tentunya ini merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan Poltekkes Majapahit selanjutnya dan memberikan rasa kebanggan tersendiri bagi segenap civitas akademika.

Seiring dengan perkembangan pendidikan tenaga kesehatan di tanah air, Yayasan mengajukan ijin pendirian sekolah kesehatan yang berjenjang S-1 ke Ditjen Dikti. Melalui SK. Mendiknas RI Nomor : 09/D/O/2004, maka berdirilah Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Majapahit Mojokerto pada tanggal 5 Januari 2004. Yang sekarang berkembang memiliki dua Prodi yakni Keperawatan sekaligus juga pendidikan profesinya, yakni Ners danKesehatan Masyarakat.

Pada tanggal 11 Juli 2005 Dirjen Dikti Depdiknas RI memberikan Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan Program Studi pada Poltekkes Majapahit melalui Surat Nomor : 2130/D/T/2005 untuk Prodi Keperawatan dan Surat Nomor : 2155/D/T/2005 untuk Prodi Kebidanan.

Dalam tahun 2005 dibentuklah Tim Task-Force guna mengikuti Program Hibah Kompetisi (PHK) yang diselenggarakan Dirjen Dikti, yang akhirnya berhasil mendapatkan Dana PHK-A1 pada tahun 2006 dan dilanjutkan PHK-PMP (Peningkatan Mutu Pendidikan) pada tahun 2007. Dana-dana tersebut dapat membantu bagi penambahan sarana & prasarana dan juga untuk meningkatkan SDM pengelola sesuai aturan yang ditetapkan Dirjen Dikti.

Pada bulan Desember 2005 dilakukan perpindahan kampus dari UNIM Mojokerto ke gedung sendiri yang letaknya bersebelahan di samping Barat UNIM, yakni di Jl. Raya Jabon – Gayaman Km. 02 Kec. Mojoanyar Kab. Mojokerto (terletak di Jalan Raya Mojokerto – Mojosari). Dengan menempati kampus milik sendiri tersebut tentunya memberikan rasa kebanggan tersendiri bagi warga Stikes-Poltekkes Majapahit untuk meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Upaya pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana terus dilaksanakan menuju standarisasi mutu pendidikan.

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya tiap prodi menuju standarisasi mutu pendidikan, maka Stikes-Poltekkes Majapahit mengajukan akreditasi ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Depdiknas RI.